aku sadarkan penat ini di sudut kamar kosong rumahku
setelah seharian lelah mengukur jalan
dari pagi hingga sore
masih saja belum aku temukan kebenaran
yang tercecer dalam perjalananku kemarin
aku pikir
bolehlah tidak pada hari ini
tapi tetap saja aku putuskan terus mencari
walau selalu saja kepenatan menyergap
sebab
kehilangan itu tidak kemarin saja
selintas kebenaran itu hinggap di kesadaranku
lalu
sekejap pula dia menghilang
atau
tak tahu dia jatuh dimana
saat aku bawa dengan keranjang hatiku
begitu rapuhnya aku
menjaga kebenaran
seringkali lalai
0 komentar